Pernah nggak kamu lagi asyik makan udang bakar atau ngemil roti kacang, eh beberapa menit kemudian bibir mendadak bengkak, tenggorokan gatal, atau sebadan-badan muncul bentol merah yang gatalnya minta ampun? Kondisi kayak gini sering banget dianggap sepele dan cuma dibilang “lagi biduran biasa”. Padahal, reaksi mendadak dari tubuh setelah kita menyantap santapan lezat ini bisa jadi tanda nyata kalau kamu punya alergi makanan. Reaksi ini bukan cuma bikin acara makan jadi berantakan, tapi juga bisa berisiko fatal kalau nggak ditangani dengan cepat dan tepat. Berikut video dari pengalaman pasien Pennasia yang pernah diceritakan:
Alergi makanan itu pada dasarnya adalah bentuk kepanikan sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Normalnya, sistem imun bertugas menyerang virus atau bakteri jahat yang masuk ke tubuh. Nah, pada orang yang punya alergi, sistem imunnya justru salah paham. Protein tertentu di dalam makanan sehat—kayak protein pada telur, susu sapi, kacang tanah, kedelai, gandum, atau seafood—dianggap sebagai musuh berbahaya. Begitu makanan itu masuk, tubuh langsung memproduksi antibodi khusus yang namanya Imunoglobulin E (IgE) buat menyerang balik zat makanan tersebut. Untungnya, Pennasia sudah berpengalaman menyembuhkan sakit alergi ini, dengan cara mencari lokasi utama kasusnya. Biasanya dengan beberapakali terapi, gangguan bisa menghilang.
Begitu antibodi IgE bereaksi dengan protein makanan pemicu, sel mast di dalam tubuh bakal melepaskan zat kimia bernama histamin ke aliran darah. Zat histamin inilah yang jadi biang kerok munculnya berbagai keluhan fisik. Efeknya bisa macem-macem, mulai dari yang ringan kayak bersin-bersin, mata berair, kram perut, diare mendadak, sampai bentol-bentol gatal di sekujur kulit. Yang perlu diwaspadai, pada beberapa orang reaksinya bisa berkembang jadi anafilaksis, yaitu kondisi darurat di mana saluran napas menyempit parah, tensi mendadak anjlok, dan penderitanya bisa hilang kesadaran. Bila pernah mengalami demikian, segera konsultasi ke Terapi Penyembuhan Pennasia 081-331-551-900 Jl. Purimas Regency Bol B3 no 57 Gunung Anyar Surabaya.

Banyak orang yang masih sering keliru menyamakan alergi makanan dengan intoleransi makanan. Padahal, keduanya beda jalur. Intoleransi makanan, misalnya intoleransi laktosa pada susu, terjadi karena saluran pencernaan kekurangan enzim buat mencerna zat tertentu, jadi efeknya murni di seputar perut kembung atau mules tanpa melibatkan sistem kekebalan tubuh sama sekali. Sedangkan pada alergi sejati, mencium aromanya atau menelan remahan kecilnya aja udah cukup buat bikin sistem imun heboh dan memicu reaksi peradangan ke organ lain.
Langkah terbaik buat berdamai sama alergi makanan adalah mengenali pemicunya lewat tes alergi bersama Pengobatan Pennasia dan disiplin membaca label komposisi kemasan saat belanja. Kalau kamu doyan makan di luar, jangan pernah sungkan buat nanya ke pelayan apakah makanan yang kamu pesan bebas dari bahan pemicu alergi kamu.

