Pengobatan Stroke

Terapi Pengobatan Stroke

Saat terjadi stroke, otak kurang mendapatkan suplai darah yang dibutuhkan. Segera berikan pertolongan pertama saat gejala awal stroke muncul. Beberapa gejala awal stroke dapat dilihat dari; Senyum, jika saat senyum salah satu wajah turun (tidak terlihat tersenyum), Jika saat mengangkat kedua lengan, salah tau tangannya turun, dan saat mengucapkan kata-kata pendek yang terdengar adalah suara aneh atau tidak jelas. Segeralah minta bantuan petugas untuk segera dirawat.

Apa penyebab stroke?

Sebenarnya stroke tidak terjadi secara tiba-tiba, sebab kerusakan itu -meski belum total- sudah terjadi beberapa minggu, bahkan beberapa tahun sebelum terjadinya stroke itu. Stroke atau serangan otak yang biasanya disertai kelumpuhan yang seakan-akan terjadinya secara tiba-tiba saja disebabkan karena ada bagian otak yang kekurangan suplai darah, akibat adanya ketidakberesan pada pembuluh darah di bagian otak itu.

Mungkin dinding pembuluh darah tertimbun oleh lemak sehingga menjadi sempit dan jika ada gumpalan yang masuk dalam pembuluh darah yang sempit ini, maka akan terjadi penyumbatan total. Maka terapi preventif dari PENNASIA sangatlah bermanfaat.

Karena usia tua, dinding pembuluh darah juga menjadi tidak elastis lagi sehingga tidak dapat mengalirkan darah ekstra yang diperlukan, dan membendung aliran darah itu; atau mungkin juga dalam dinding pembuluh darah yang mengeras itu ada bagian-bagian yang lemah sehingga terjadi kebocoran dan darah merembes keluar serta menimbulkan desakan kejaringan otak sekitarnya.

Stroke yang diakibatkan oleh penyumbatan atau pendarahan pada pembuluh darah otak dikenal dengan istilah CVA (cerebro-vascular-accident) dan biasanya menimbulkan akibat yang fatal bagi si penderita. Tidak mengherankan kalau banyak orang “menyalahkan” Tuhan karena mengalami penderitaan yang sangat berat akibat terkena stroke. Namun demikian, banyak penderita stroke yang berhasil mengatasinya dengan baik.

Apakah kerusakan yang disebakan oleh stroke dapat di sembuhkan ?

Itu tergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan.
-Pada beberapa penderita tingkat ringan, PENNASIA dapat membantu pemulihannya hampir seratus persen. Artinya, hampir tidak terlihat lagi kondisi pasca strokenya. Berjalan kaki dengan baik, dan tidak menyeret kakinya.
-Pada penderita menengah perlu waktu lebih lama dan ketlatenan dari ke dua belah pihak untuk hasil yang maksimal. Kelompok ini juga masih bisa pulih hampir seperti sediakala.
-Pada penderita berat, karena otaknya tidak lagi mengalami perbaikan, hasilnya memang tidak memuaskan.

Misalnya, bila masalahnya adalah pengerasan dinding pembuluh darah (arterioslerosis) karena tekanan darah tinggi, maka satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah menjaga agar tekanan darah tetap normal dan suplai darah ke otak dicukupi. Bila penyebabnya adalah penyumbatan pembuluh darah (dilihat dengan sinar X), penyumbatan mungkin dapat disingkirkan atau pembuluh yang rusak diganti dengan pembuluh yang dicangkokkan.

Bila stroke disebabkan oleh pendarahan otak yang menekan jaringan otak, darah yang membeku dapat diambil melalui operasi. Bagi yang tidak ingin operasi, cara Pennasia adalah cara yang tepat dan efektif.

Biasanya, tindakan operasi sekalipun tidak banyak menolong. Kebanyakan pasien stroke lebih memerlukan perawatan untuk menegah efek lanjutan yang ditimbulkan daripada tindakan operasi untuk mengobati penyebabnya (di inggris saja terdapat 125.000 penderita stroke tiap tahun). Dan masih banyak hal yang dapat dilakukan.

Otak manusia itu pegas dan tidak seluruhnya digunakan. Pada otak terdapat bagian-bagian yang tidak mempunyai fungsi yang jelas dan bertugas mengambilalih pekerjaan bagian lain yang sedang rusak. Seorang penderita stroke dapat ditolong dengan fisioterapi dan pengobatan medis serta diberikan perhatian dan dorongan moril oleh orang-orang yang dikasihinya.

Aktris patriia neal, misalnya, yang tubuhnya lumpuh separuh dan mulutnya tidak bisa bicara setelah terkena stroke, ternyata bisa sembuh kembali berkat pertolongan fisioterapi dan pengobatan medis serta perhatian yang terus-menerus dari suami dan sahabat-sahabatnya. Bahkan, ia kemudian menjadi manusia yang normal kembali dan berhasil mencapai sukses.

Mengapa ada penderita stroke yang menjadi lumpuh separuh tubuh?

Fungsi otak antara lain mengontrol berbagai aktivitas tubuh, seperti aktivitas motorik (gerakan) dan pengalaman sensorik (merasakan sentuhan dan tekanan). Otak besar terdiri dari dua bagian, dan masing-masing mengontrol bagian tubuh yang berlawanan. Otak besar sebelah kanan  mengontrol lengan dan kaki kiri, sedangkan otak besar sebelah kiri mengontrol bagian tubuh sebelah kanan.

Bila CVA menimbulkan kerusakan pada otak kanan yang mengontrol gerakan kaki dan lengan kiri, akibatnya otot-otot yang mengontrol gerakan bagian kiri akan lumpuh dan mati rasa.

Kadang-kadang kelumpuhan hanya terjadi pada beberapa otot saja, sehingga tangan dan kaki masih dapat digerakkan meskipun lamban dan kaku. Tingkat kelumpuhan bergantung kepada besarnya kerusakan di otak. Bila dokter ahli dapat mengetahui keadaan di dalam otak dengan secara seksama mempelajari pengaruh yang timbul pada tubuh pasien, maka dokter tersebut kemungkinan menganjurkan operasi. Dengan operasi, kemungkinan pasien untuk sembuh menjadi terbuka.

Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *