Menyembuhkan Lipping
Kasus lipping ini mirip dengan kondisi osteoporosis maupun pengapuran. Adanya keausan permukaan tulang menyebabkan nyeri ringan hingga berat.
Penyebab utamanya bisa karena kurang / tiadanya jarak antara tulang yang berdekatan, atau pemendekan otot dan ligamen penjaga tulang.
Disklaimer: kecepatan dan tingkat kesembuhan bisa berbeda untuk pasien yang berobat, sesuai dengan tingkat kesulitan, lama yang diderita, dan usia.
Dalam konteks medis dan ortopedi, lipping (sering disebut bony lipping) adalah istilah radiologi untuk menggambarkan tumbuhnya tonjolan atau taji tulang baru (osteofit) di sepanjang tepi persendian atau ruas tulang belakang.
Bentuk tonjolan ini menyerupai bibir yang menjorok keluar (lip-like projection), sehingga dinamai lipping.
Mekanisme Terjadinya Lipping
-
Kerusakan Tulang Rawan: Ketika bantalan sendi (kartilago) aus atau menipis akibat penuaan atau cedera, tulang-tulang yang saling bertemu mulai bergesekan langsung.
-
Respons Kompensasi Tubuh: Untuk menstabilkan sendi yang longgar dan menyebarkan beban tekanan, tubuh merespons dengan memproduksi jaringan kalsium/tulang baru di area tepian sendi.
-
Hasil Akhir: Tumbuh taji tulang (osteofit) yang tampak pada hasil rontgen seperti bibir yang melengkung keluar dari tepi tulang normal.
Kondisi yang Sering Menyertai Lipping
-
Osteoartritis (Radang Sendi): Lipping pada sendi lutut, panggul, atau jari tangan merupakan tanda khas pengapuran sendi.
-
Spondilosis (Degenerasi Tulang Belakang): Lipping di sepanjang tepi vertebra (ruas tulang leher atau pinggang).
Gejala yang Muncul Lipping sendiri sebenarnya tidak terasa sakit jika tidak menyentuh jaringan lain. Nyeri baru timbul apabila tonjolan tulang tersebut:
-
Menekan saraf di sekitarnya (memicu saraf terjepit, kebas, atau kesemutan menjalar).
-
Bergesekan dengan ligamen, tendon, atau tulang lain, memicu peradangan, kaku sendi di pagi hari, serta keterbatasan rentang gerak.

