Menyembuhkan Sariawan
Biasanya sariawan dapat disembuhkan secara permanen dengan 4 kali terapi. Namun ada juga yang terlalu parah, sehingga perlu delapan kali terapi.
Sariawan adalah sakit pada mulut, bibir, pipi, lidah dan tenggorokan. Selain rasa sakit, ditandai adanya bercak putih yang sakit bila disentuh. Sariawan bukan panas dalam. Setidaknya, itulah yang dilakukan Pennasia yang telah berpengalaman menyembuhkan sariawan dengan tuntas.

Disklaimer: kecepatan dan tingkat kesembuhan bisa berbeda untuk pasien yang berobat, sesuai dengan tingkat kesulitan, lama yang diderita, dan usia.
Hingga saat ini, penyebab pasti sariawan belum diketahui . Namun sariawan di bibir atau sekitar mulut bagian dalam dapat terjadi akibat infeksi virus atau jamur, alergi makanan, menurunnya sistem kekebalan tubuh, cedera, dan kekurangan nutrisi tertentu.
Penyebab sariawan menurut pengamatan kami adalah lemahnya permukaan kulit akibat sering makan makanan yang terlalu panas, terlalu dingin, terlalu pedas yang itu menyiksa permukaan kulit. Perlakuan seperti itu yang terus menerus menyebabkan kerusakan dan lemahnya daya tahan permukaan mulut dan tenggorokan.
Namun demikian, sariawan bukanlah panas dalam seperti pemahaman masyarakat pada umumnya. Kami tidak pernah menyembuhkan sariawan dari lokasi perut. Tetapi pada area sekitarbibir dan mulutlah kami menuntaskan masalah dengan cepat. Sel-sel yang terdeteksi lemah dari rabaan jari kami, kita terapi dengan lembut dan seksama.
Alhamdulillah bisa sembuh dengan cepat dan tidak kambuhan.
Agus. Sidoarjo.
Bermula dari diskusi dengan istilah ‘panas dalam’ yang dideritanya, karena sering mengalami sariawan, sedangkan PENNASIA mengatakan bahwa kasus itu adalah kasus lokal bagian mulut.
Diskusi ini berakhir dengan pembuktian normalisasi bagian mulut, tanpa menyentuh bagian perut. Meski hanya sekali terapi, bapak ini mengaku kondisinya sudah membaik.
Jimmy. Surabaya.
Hampir tiap minggu menderita sariawan cukup banyak. Semula ragu apakah sariawan nya bisa sembuh, karena menjalani pengobatan sariawan sudah bertahun-tahun, tetapi tetap menderita dan berbagai macam obat serta jamu telah dicobanya. Sakit sariawan nya sembuh setelah kami terapi sebanyak empat kali.
Sariawan (secara medis disebut stomatitis aftosa rekuren) terjadi akibat reaksi peradangan lokal yang merusak lapisan pelindung mukosa mulut. Proses terbentuknya luka sariawan melewati empat tahapan utama:
- Tahap Pemicu (Cedera atau Tekanan Imunologis): Proses diawali oleh faktor inisiator, seperti trauma fisik (tergigit, tergores kawat gigi/sikat gigi), defisiensi nutrisi (zat besi, asam folat, vitamin B12), paparan zat iritan seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS) pada pasta gigi, atau lonjakan hormon stres (kortisol).
- Tahap Reaksi Imun (Infiltrasi Sel Darah Putih): Faktor pemicu memicu sel-sel epitel mulut melepaskan sinyal bahaya. Sistem imun keliru merespons dengan mengerahkan sel darah putih (khususnya limfosit T dan neutrofil) ke lokasi tersebut. Sel-sel imun ini melepaskan sitokin proinflamasi, seperti Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-?) dan interleukin.
- Tahap Kerusakan Jaringan dan Erosi (Ulserasi): Pelepasan zat peradangan merusak dan mematikan sel-sel epitel mukosa (nekrosis sel). Lapisan kulit terluar mulut mengelupas dan membentuk cekungan luka terbuka (ulkus). Bagian dasar luka tertutup lapisan eksudat berupa jaringan fibrin berwarna putih atau kekuningan, dikelilingi tepi lingkaran merah pekat (halo eritematosa) akibat pelebaran pembuluh darah lokal.
- Tahap Paparan Saraf dan Penyembuhan: Karena lapisan epitel terkikis, ujung serabut saraf sensorik di bawahnya terbuka tanpa pelindung, sehingga kontak dengan makanan asam, asin, atau pedas menimbulkan rasa nyeri perih yang tajam. Dalam waktu 7–14 hari, respons peradangan mereda secara alami, sel-sel epitel baru tumbuh menutupi luka, dan mukosa mulut kembali pulih tanpa meninggalkan jaringan parut.
- httpv://www.youtube.com/watch?v=7XGNym9yo7c

