Gagal Jantung Mendadak

Gagal jantung dan kematian mendadak bisa karena:

  1. Penyumbatan arteri jantung/arteriosclerosis secara mendadak.
  2. Tidak terapi preventif atau perawatan jantung di PENNASIA.
  3. Menunda operasi by-pass atau pemasangan ring.

Di meja praktek saya tertulis:
Kalau anda tiang keluarga, lakukan terapi pencegahan jantung koroner 3-4 kali. Agar tidak terjadi kematian mendadak akibat serangan jantung, yang akhir-akhir ini sering terjadi.

Istri pasien yang sedang saya terapi preventive, mengomentari tulisan di atas:
“Tulisan ini benar pak. Teman saya yang baru saja tour ke Beijing, Singapura, lalu ke Jakarta, meninggal mendadak disana. Padahal sebelumnya dia baik-baik saja”

“Umur berapa?” tanya saya.
“Ya se-usia saya. Kira-kira 30 tahun lah..” jawabnya.
“Ooo… sayang yaa.. padahal secara financial bagus. Kabarnya sakit apa?”
“Nggak tahu… Mungkin sakit jantung tapi gak terasa. Soalnya penyakit itu yang bisa bikin meninggal mendadak” lanjutnya.

Beberapa hari sebelumnya, pasien lain yang sedang perawatan preventive jantung koroner juga bercerita.
“Pak, mamanya teman saya di Lumajang pasti stress” katanya.
“Lho, kenapa?”
“Teman saya umur 40 th meninggal mendadak karena serangan jantung”
“Trus kenapa?” lanjut saya.
“Belum empat puluh hari, adiknya teman saya yang meninggal itu juga meninggal pada usia 35 th” lanjutnya.
“Sakit apa?”
“Sebenarnya sudah tahu kalau sakit jantung. Tapi mau pasang ring belum jadi. Rencananya bulan September ini ”
“Jadi dalam waktu kurang dari 40 hari, kehilangan 2 anak laki-laki?”
“Ya…!”jawabnya.Gambaran arteri dalam jantung di atas, sebenarnya mirip komponen radiator pada mobil. Setelah dipakai bertahun-tahun, tentu wajar kalau mulai berkerak. Lebih aman dan tidak beresiko kematian apabila dilakukan terapi preventive untuk jantung.

Menyembuhkan sakit jantung koroner Bp. Muh. Sholeh 15
Mantan penderita jantung koroner lain yang telah sembuh dan bersedia dihubungi pembaca adalah Bp.Mustari. Hp.081.249.353.235

Sebagian besar pasien yang melakukan terapi pencegahan jantung koroner, jantungnya memang sudah terdeteksi adanya penyumbatan, meskipun belum berat.
Beberapa memang sudah serius, meskipun tidak terasa. Pasien seperti inilah yang bisa meninggal mendadak di jalan.

Penyumbatan plak kalsifikasi di jantung itu memang wajar. Organ yang sudah dipakai lebih dari 30 tahun mengalami penyumbatan. Apakah kita berharap, organ yang kita gunakan lebih dari 30 tahun tetap prima seperti ketika baru lahir?

Tentu lebih masuk akal kalau kita bisa menerima kenyataan. Bahwa organ kita yang yang sudah lama digunakan, perlu maintenance. Dan akan kecewa lah orang yang berharap sesuatu yang tidak masuk akal.

Segeralah lakukan terapi preventive untuk jantung dan stroke, agar tidak terjadi hal-hal yang merepotkan keluarga, dan mempertaruhkan masa depan anak-anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *