Alergi Debu

ALERGI DEBU / PERNAPASAN

Pennasia menyembuhkan alergi debu secara alami, cepat dan efektif. Alergi sembuh secara permanen dan tidak kambuhan lagi. Sensitifitas saraf hidung normal kembali.

Serbuk bunga sering ditunjuk sebagai penyebab alergi pernapasan (alergi debu, serbuk bunga dan sejenisnya). Namun demikian penderita alergi pernapasan ini tidak semuanya tinggal di daerah yang banyak bertebaran serbuk bunga. Demikian juga penderita ini masih akan menderita meskipun sudah berusaha menjauhi sumber serbuk bunga.

Teori kesehatan umum yang sering dikemukakan adalah, alergi debu akibat senyawa yang terdapat pada serbuk bunga masuk ke dalam tubuh, menyebabkan tubuh menciptakan suatu senyawa atau anti bodi yang menolak kehadiran senyawa tersebut pada waktu berikutnya.
Teori di atas lebih banyak menyalahkan faktor dari luar (ekstrospeksi) yaitu serbuk bunga, debu, kapas dan lain-lain. Teori ini sebenarnya tidak mengatasi masalah dan hanya menyulitkan penderita. Karena akhirnya orang tersebut harus menghindari alergen yang berada di sekitarnya.

Penderita alergi yang mengharapkan tidak ketemu debu, atau hal-hal lain yang diduga penyebab alergi akan kecewa. Sebab kasusnya ada pada penderita itu sendiri, yaitu sensitifitas saraf-saraf pada bagian hidung.

Faktanya, orang di sekitarnya tidak mengalami yang dia alami, padahal kandungan udara yang mereka hirup sama.
Sayangnya para ahli kesehatan, sebagai panutan, juga menganjurkan penderita untuk fokus pada faktor eksternal yaitu alergennya. Ibarat orang kehilangan, mencari barangnya di luar rumah, padahal barangnya ada di dalam rumah. Kapan ketemunya?

Kasus-kasus yang tidak terselesaikan, karena lebih banyak mencari kambing hitam dari luar. Padahal lebih baik introspeksi daripada ekstrospeksi.

Demikian juga sakit alergi. Kami menemukan dan menyembuhkan secara alami, bahwa gangguan alergi adalah gangguan saraf pada saluran pernapasan itu sendiri, bukan faktor alergennya. Toh, orang di sekitarnya tidak mengalami masalah dengan udara yang sama-sama mereka hirup.

Menyembuhkan sakit alergi debu Ny. Lestari

Faktor yang sebenarnya adalah naiknya sensitifitas saraf infraorbitalis pada pernapasan. Daerah hidung dan terkadang sampai daerah paru-paru. Karena suatu sebab, saraf-saraf di daerah hidung lebih sensitif dibandingkan biasanya. Hal ini karena berbagai sebab.
1.    Saraf mengalami kenaikan sensitivitas. Struktur otot, pembuluh darah pada daerah tersebut telah mengalami perubahan elastisitas dan kepadatan.. Hal ini karena perlakuan yang tidak benar. Saat flu/pilek hidung dikucek-kucek, sehingga terjadi perubahan struktur yang alami.

2.    Bisa juga akibat cara membersihkan ingus yang asal-asalan. Saat si kecil belum bisa membersihkan ingusnya sendiri, si ibu membersihkannya dengan cara yang tidak benar/ditarik-tarik.
Beberapa bulan kemudian mulailah si kecil mudah bersin. Karena perlakuan yang tidak benar tersebut dapat menaikkan sensitifitas saraf.

Kalau ibunya, kakak, dan adiknya juga punya sakit alergi itu bukan masalah keturunan, tetapi karena perlakuan yang sama-sama tidak benar, yang diterapkan oleh si ibu kepada dirinya sendiri, dan kepada anak-anaknya.

Sebaiknya tidak berpikir bahwa itu faktor keturunan yang menyalahkan kakek/neneknya, apalagi bila mereka sudah meninggal.

3.    Menurunnya daya tahan tubuh. Faktor ini meskipun tidak berpengaruh kuat pada orang yang membiasakan diri dengan makanan bergizi baik dan seimbang, namun cukup berarti bagi mereka yang kekurangan gizi.

Orang yang kekurangan gizi belum tentu orang yang bertubuh kurus, tetapi orang yang sehari-harinya tidak makan sebagaimana yang dianjurkan empat sehat lima sempurna. Biasanya mereka kekurangan pada sayur dan buah.

Dengan kemajuan pengetahuan dan teknologi, kekurangan ini dapat dibantu dengan food supplement / makanan tambahan. Bukan berarti Anda tidak perlu sayur dan buah, lalu menggantinya dengan food supplement tersebut. Anda tetap perlu sayur dan buah, bila kurang barulah Anda menggunakan makanan tambahan tersebut. Gunakan yang berkualitas baik.

Penderita alergi yang cukup lama, biasanya mengalami gangguan juga pada otot dada, dan dislokasi ligamentum pada engsel dada tengah (engsel sternum). Ini disebabkan bersin yang berkepanjangan dan mengguncang bagian dada. Bila sudah lama, penderita alergi ini riskan (beresiko) menderita asma.

Penyembuhan alami yang paling baik adalah dengan normalisasi PENNASIA di bagian saraf hidung, dan pipi penderita. Alat yang digunakan adalah SIPUT (nama alat khusus). Alat ini, dengan tingkat ketelitian tinggi mampu menormalkan dan menurunkan sensitivitas saraf yang berlebihan selama ini. Sehingga setelah normal penderita akan sembuh secara alami. Dan tidak bersin-bersin lagi setiap pagi.

Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com

One thought on “Alergi Debu

  1. Saya sudah hampir setahun beringus terus kalau bangun pagi..awalnya saya anggappa flu biasa saja karna warna ingusnya putih bening ditambah lagi tenggorakan berlendir terus klo baru bgn tidur…tp skarang hidung yg seblah kanan kalo kasi keluar ingus bercampur darah klo pagi.. kalo lobang seblah kiri seperti biasa saja ingusnya.. mohon bantuannya agar penyakit z ini sembuh… dan kalo dimakassar alamt peegobatannya dimana…makasih sebwlumnya

    jwb:
    Itu bisa alergi dan sinusitis. Di Makassar blm ada. tq

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *