{"id":345,"date":"2013-04-02T00:13:58","date_gmt":"2013-04-02T00:13:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.sembuhalami.com\/artikel\/?p=345"},"modified":"2019-06-10T04:45:06","modified_gmt":"2019-06-10T04:45:06","slug":"otot-jantung-lemah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/otot-jantung-lemah.html","title":{"rendered":"Otot Jantung Lemah"},"content":{"rendered":"<h2 style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #ff6600;\">Otot Jantung Lemah<\/span><\/h2>\n<p>Kasus jantung lemah sering tidak terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium lengkap, dan para dokter. Berjalan sering terengah dan bisa tidak sadarkan diri \/ pingsan. Kasus jantung melemah ini masih sulit dicari penyebabnya, tetapi menunjukkan gejala yang cukup jelas, disertai semakin bertambahnya jumlah pasien. Dokter senior pun sering kesulitan mengatasi kasus otot jantung melemah ini.<\/p>\n<p>Beberapa bulan yang lalu, seorang ibu antri di tempat praktek saya, dengan hidung dipasangi selang sambil di sebelahnya terletak tabung oksigen. Menurut keluarganya, ibu ini sudah sering opname dan keluar-masuk UGD rumah sakit (yang terkenal) di Surabaya. Selama itu pula, tidak ada perkembangan berarti. Padahal sudah memilih fasilitas yang terbaik.<\/p>\n<p>Pemeriksaan lengkap menyatakan pembuluh jantungnya tidak ada penyumbatan. Sehingga tidak perlu dilakukan pemasangan stent\/ring maupun operasi bypass. Sedangkan jantungnya dinyatakan baik-baik saja. Silakan simak artikel saya yang lain, dan yang akan datang, tentang kasus jantung yang tidak terdeteksi dokter dan rumah sakit.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.sembuhalami.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/gb-otot-jantung.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-296\" title=\"gb otot jantung\" src=\"http:\/\/www.sembuhalami.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/gb-otot-jantung.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"224\" \/><\/a>Menurut pemeriksaan Pennasia pada area jantung penderita, dan dari karakter saat kambuh, yaitu terengah dan menyesak ketika berjalan beberapa belas meter saja, <strong>otot jantung ibu ini melemah.<\/strong><\/p>\n<p>Pennasia menyembuhkannya dengan baik, dengan cara terapi saraf-saraf untuk jantung lemah plus istirahat total beberapa waktu. Agar kondisi jantung menguat kembali, tanpa beban berat selama proses penyembuhan.<\/p>\n<p>Setelah sembuh, kami sarankan agar kegiatannya tidak berlebihan, agar beban jantungnya sesuai dengan kemampuan jantungnya. Kontrol berkala lebih baik, dibandingkan menunggu kambuh kembali.<\/p>\n<p>Sebagaimana mobil, kita perlu melakukan tindakan preventive dan perawatan berkala, daripada mobil kita mogok, dipaksa ke bengkel, dan menyusahkan semuanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><iframe loading=\"lazy\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/8nI3mCo7IzM?rel=0\" width=\"420\" height=\"315\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Menyembuhkan sakit jantung lemah dan komplikasi Ny. Rahma<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><iframe loading=\"lazy\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/nqTkxUmtQaA?rel=0\" width=\"420\" height=\"315\" frameborder=\"0\"><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Menyembuhkan sakit jantung bengkak \/ lemah<\/strong><\/p>\n<p>Demikian pula dengan tubuh kita. Bila organ tubuh kita sudah berusia 30 tahun lebih, sewajarnya bila dilakukan perawatan preventive di Pennasia.<\/p>\n<p><em>Sumber: Pennasia<br \/>\nwww.SembuhAlami.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otot Jantung Lemah Kasus jantung lemah sering tidak terdeteksi oleh pemeriksaan laboratorium lengkap, dan para dokter. Berjalan sering terengah dan bisa tidak sadarkan diri \/ pingsan. Kasus jantung melemah ini masih sulit dicari penyebabnya, tetapi menunjukkan gejala yang cukup jelas, disertai semakin bertambahnya jumlah pasien. Dokter senior pun sering kesulitan mengatasi kasus otot jantung melemah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":296,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[67],"tags":[],"class_list":["post-345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jantung-lemah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=345"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1742,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/345\/revisions\/1742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sembuhalami.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}