Apa hubungan antara diabetes, penyakit jantung, dan stroke?
Jika Anda memiliki diabetes, Anda setidaknya dua kali lebih beresiko dibanding yang tidak memiliki diabetes, untuk memiliki penyakit jantung atau stroke. Orang dengan diabetes juga cenderung untuk mengarah ke penyakit jantung atau memiliki stroke pada usia lebih awal dari orang lain.
Jika Anda setengah baya dan memiliki diabetes tipe 2, beberapa studi menunjukkan bahwa kesempatan Anda terkena serangan jantung setinggi seseorang tanpa diabetes yang telah memiliki satu serangan jantung. Wanita yang belum menopause biasanya memiliki lebih sedikit risiko penyakit jantung dibandingkan pria pada usia yang sama. Perempuan dengan diabetes juga memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. 
Faktor risiko untuk penyakit jantung dan stroke pada penderita diabetes.
Diabetes itu sendiri merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Juga, banyak orang dengan diabetes memiliki kondisi lain, yang meningkatkan peluang mereka terkena penyakit jantung dan stroke. Kondisi ini disebut faktor risiko.
Salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke adalah memiliki riwayat keluarga penyakit jantung. Jika satu atau lebih anggota keluarga Anda mengalami serangan jantung pada usia dini (sebelum usia 55 untuk pria atau 65 untuk perempuan), Anda mungkin pada situasi peningkatan risiko penyakit tersebut.
Anda tidak dapat mengubah, apakah penyakit jantung menimpa dalam keluarga Anda, tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan faktor risiko lain untuk penyakit jantung sebagai berikut:
- Memiliki obesitas sentral. Obesitas sentral berarti membawa berat badan ekstra di sekitar pinggang (perut besar), yang berbeda dengan pinggul. Ukuran pinggang lebih dari 40 inci untuk pria dan lebih dari 35 inci untuk wanita berarti Anda memiliki obesitas sentral. Risiko penyakit jantung lebih tinggi karena lemak perut dapat meningkatkan produksi LDL (kolesterol jahat), jenis lemak darah yang bisa disimpan di dalam dinding pembuluh darah.
- Memiliki tingkat lemak darah (kolesterol) yang abnormal.
– Kolesterol LDL dapat bertambah di dalam pembuluh darah Anda, menyebabkan penyempitan dan pengerasan arteri-pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda. Arteri kemudian dapat menjadi terblokir. Oleh karena itu, tingginya tingkat kolesterol LDL meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
– Trigliserida adalah jenis lemak darah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung ketika tingkat tinggi.
– HDL (kolesterol baik) menghapus deposito dari dalam pembuluh darah Anda dan membawanya ke hati untuk dihilangkan. Rendahnya tingkat kolesterol HDL meningkatkan risiko penyakit jantung. - Memiliki tekanan darah tinggi.
Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, juga disebut hipertensi, jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Tekanan darah tinggi dapat menyiksa jantung, merusak pembuluh darah, dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, masalah mata, dan masalah ginjal. - Merokok.
Merokok menggandakan risiko terkena penyakit jantung. Berhenti merokok sangat penting bagi penderita diabetes, karena merokok dan diabetes mempersempit pembuluh darah.
Merokok juga meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang lainnya, seperti masalah mata. Selain itu, merokok dapat merusak pembuluh darah di kaki dan meningkatkan risiko amputasi pada penderita diabetes.
Menyembuhkan sakit jantung koroner Bp. Wasito
Mantan penderita jantung koroner lain yang telah sembuh dan bersedia dihubungi pembaca adalah Bp.Mustari. Hp.081.249.353.235
Pennasia berpengalaman 21 tahun dalam mencegah dan menyembuhkan Penyakit Jantung dan Penyakit Dalam.
Segera ke Pennasia!
Sumber: Pennasia
www.SembuhAlami.com