Tanda dan gejala awal asma umumnya berkaitan dengan penyempitan dan peradangan pada saluran pernapasan. Untuk mencapai kesembuhan dari sakit asma, di Pennasia hanya memerlukan 4-8 kali terapi. Beberapa gejala yang sering muncul meliputi:
- Batuk berkepanjangan: Terutama memburuk pada malam hari, dini hari, saat cuaca dingin, atau setelah berolahraga.
- Mengi (wheezing): Terdengar suara siulan atau bunyi bernada tinggi saat mengembuskan napas.
- Sesak napas atau napas pendek: Terasa sulit untuk menarik napas secara penuh, atau napas terasa lebih cepat dari biasanya.
- Rasa berat atau tertekan di dada: Sensasi seperti dada diikat kencang atau ditindih beban.
- Mudah lelah saat aktivitas fisik: Mengalami sesak atau batuk berlebih saat melakukan aktivitas ringan yang biasanya tidak menimbulkan keluhan.
- Kualitas tidur terganggu: Sering terbangun di malam hari karena batuk atau napas tersengal.
Gejala awal ini umumnya bersifat hilang-timbul dan sering dipicu oleh alergen (debu, bulu hewan), polusi udara, asap rokok, udara dingin, atau infeksi saluran pernapasan atas (seperti flu). Jika keluhan tersebut sering berulang, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan fungsi paru (spirometri). Segera hubungi Terapi Penyembuhan Pennasia 081-331-551-900 Jl. Purimas Regency Bol B3 no 57 Gunung Anyar Surabaya, agar cepat tuntas dan tidak berlebihan dengan obat.
Pemicu Umum Serangan Asma
Saluran napas penderita asma cenderung hipereaktif. Serangan biasanya terpicu oleh faktor eksternal maupun internal berikut:
- Alergen lingkungan: Tungau debu rumah, bulu atau air liur hewan peliharaan, spora jamur, dan serbuk sari.
- Polutan dan iritan udara: Asap rokok (aktif maupun pasif), polusi kendaraan bermotor, asap pembakaran, bau parfum menyengat, serta zat kimia pembersih rumah tangga.
- Kondisi cuaca: Udara dingin ekstrem, kelembapan tinggi, atau perubahan suhu mendadak.
- Infeksi saluran pernapasan: Flu, selesma (common cold), bronkitis, atau infeksi sinus.
- Aktivitas fisik intens: Terutama berolahraga di lingkungan berudara kering dan dingin (exercise-induced bronchoconstriction).
- Faktor emosional dan stres: Stres berat, kecemasan berlebih, tertawa terbahak-bahak, atau menangis histeris.
- Obat-obatan dan zat tertentu: Obat antiinflamasi nonsteroid (seperti aspirin atau ibuprofen), obat golongan beta-blocker, serta makanan/minuman yang mengandung sulfit atau pengawet.

Langkah Penanganan Awal (Pertolongan Pertama)
Jika serangan asma terjadi, segera lakukan langkah-langkah berikut:
1.Dudukkan Penderita dengan Tegak: Hindari posisi berbaring karena mempersempit rongga napas.
Bantu penderita duduk tegak sedikit membungkuk ke depan dan usahakan tetap tenang. Kendurkan pakaian yang ketat, terutama di area leher dan dada.
2.Gunakan Inhaler Pelega (Reliever):Gunakan inhaler kerja cepat seperti salbutamol.
Kocok inhaler, lalu hisap 1–2 semprotan (puffs), idealnya menggunakan spacer. Minta penderita menarik napas perlahan dan menahannya selama sekitar 10 detik sebelum mengembuskannya.
3.Tunggu dan Evaluasi Selama 2–5 Menit:
Beri jeda beberapa menit untuk melihat respons obat. Jika keluhan belum berkurang, berikan semprotan tambahan sesuai anjuran rencana aksi dokter (umumnya 1 semprotan tiap menit, maksimal 4–10 semprotan pada serangan akut).
4.Cari Bantuan Medis Segera:
Segera hubungi ambulans atau bawa ke IGD jika inhaler tidak memberi perbaikan, bibir/kuku mulai membiru (sianosis), napas makin terengah-engah hingga sulit berbicara satu kalimat penuh.