Tumor Kanker dan Paliatif

Pertama kali penulis menangani kanker ganas pada tahun 1994. Harapan hidup penderita menjadi lebih panjang, dan yang paling menggembirakan adalah rasa sakit yang menyiksa dan berkepanjangan dapat teratasi.

Pernah juga kami menangani pasien yang tersiksa berhari-hari dan tidak bisa tidur, karena kanker sudah metastase dan menyerang ke organ-organ lain. Obat-obatan pereda nyeri sudah maksimal namun siksaan tetap tidak mereda.
Alhamdulillah dengan beberapa kali terapi penderita segera bisa tidur. Sampai keluarga yang menunggu di rumah sakit menyampaikan kegembiraannya.

Bagaimana Pennasia bisa meredakan rasa nyeri dan memberikan harapan hidup lebih panjang? Hal ini karena cara kerja Penyembuhan Pennasia menggunakan alat-alat yang dapat menekan dan mengganggu pergerakan maupun pertumbuhan akar kanker yang menyebar.

Ujung-ujung akar yang menyebar ini ketika mulai mencengkeram saraf sensorik dan saraf perifer akan menimbulkan rasa sakit. Semakin kuat dia mencengkeram, semakin sakit penderitanya.

Menurut pengalaman pasien kanker stadium 4, terapi yang dilakukan Pennasia mampu bertahan berhari-hari dalam menghilangkan rasa sakit. Sedangkan obat yang dia minum hanya bertahan beberapa jam saja.

Penderita tumor dan kanker pada stadium dini 1-2 akan mempunyai harapan kesembuhan lebih tinggi.
Salah seorang penderita tumor payudara, yang pada saat datang (tahun 2010) kondisi payudaranya membesar, memerah dan panas, saat ini  (3 September 2022) masih sehat, dan baik-baik saja. Hal ini karena terapinya sampai kondisinya membaik, dan sesekali kontrol ke Pennasia.

Peranan Pennasia sebagai Terapi paliatif adalah pendekatan medis terpadu yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker serta keluarganya, dengan cara mencegah dan meringankan penderitaan fisik, psikologis, sosial, hingga spiritual. Berbeda dari terapi kuratif yang bertujuan mematikan sel kanker, terapi paliatif berfokus mendampingi pasien di setiap stadium perjalanan penyakit, tidak hanya pada fase akhir hidup (end-of-life care).

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pasien yang ditangani Pennasia merasakan perubahan kualitas hidup yang sangat signifikan. Bila sebelunmya tersiksa dan susah tidur, setelah menjalani terapi di Pennasia, mereka menyatakan sakitnya berkurang drastis, dan bisa tidur dengan nyenyak, meskipun Pennasia tidak menggunakan obat sama sekali.

Peranan utama terapi paliatif dalam penanganan kanker meliputi:

  • Manajemen Nyeri yang Komprehensif: Nyeri akibat invasi tumor ke tulang, saraf, atau organ diatasi secara bertingkat menggunakan panduan tangga analgesik, mulai dari obat antiinflamasi, opioid terukur (seperti morfin), hingga blokade saraf jika diperlukan, sehingga pasien tetap nyaman dan dapat beraktivitas dasar.

  • Peredaan Efek Samping Terapi dan Gejala Fisik: Mengontrol gejala yang timbul baik akibat massa kanker maupun efek samping kemoterapi dan radioterapi, seperti mual-muntah refrakter, sesak napas (dispnea), kelelahan kronis (fatigue), konstipasi berat, serta hilangnya nafsu makan (kaheksia).

  • Dukungan Psikologis dan Emosional: Membantu pasien dan perawat keluarga (caregiver) mengatasi distres psikologis, depresi, kecemasan, atau keputusasaan pascadiagnosis melalui konseling terarah dan terapi suportif.

  • Fasilitasi Komunikasi dan Pengambilan Keputusan Klinis: Menjadi jembatan diskusi antara tim dokter spesialis onkologi, pasien, dan keluarga mengenai tujuan perawatan (goals of care), termasuk merumuskan rencana tindakan medis lanjutan (advance care planning) yang menghormati nilai dan keinginan pasien.

  • Dukungan Sosial, Spiritual, dan Masa Berkabung: Membantu keluarga memahami dinamika ketergantungan fisik pasien, memfasilitasi kebutuhan bimbingan rohani, serta memberikan pendampingan mental bagi keluarga selama masa berduka (bereavement support).

Profile photo of admin
Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *